KRS-an

February 8th, 2009 by alfarumi

ada tradisi or kewajiban bagi mahasiswa (especially) pertanian KRS-an tiap awal semester…

kita emang dituntut untuk mandiri dan diberi kebebasan untuk menentukan mata kuliah apa yang diinginkan yakni dengan mengisi KRS (kartu rencana studi) sendiri-sendiri

well, kita tahu, kuota kelas terbatas, dosen yang favorit pun juga terbatas.. so, bisa dibayangkan gimana kondisi mahasiswa–baik secara fisik or psikis–saat key in dimulai…

daaar! just like a war! but, war in dunia maya…

siapa cepat dia yang dapat! Diiih… gila amat, udah kayak hukum rimba ajah… akademik bilang…jam 7 pagi key in udah bisa dimulai… wow, jam 6 pagi udah penuh nih area hot-spotnya…

detik-detik menjelang jam 7 semua udah pada siap buat log-in

(hahaha… lebay ya…)

dan… taraaa! saatnya berjuang!

klik sana.. klik sini.. seeet!

dan Zzzzz… Zzzz… Zzzz….

loading lama bangetzz

lambreta bangeta! lola!

hmm, mungkin karena emang lagi banyak users yang lagi loading..

Fiuhh… kudu sabar!

 

begitulah kondisi saat key-in… dan yang ada di area hot spot nggak cuma aku doank, ada banyak temen2 dengan beragam karakter dan ekspresi.. ada yang teriak-teriak, ketawa-ketiwi, garuk-garuk kepala, ngobrol, mengaduh-aduh, dan tentu saja ada yang istighfar puluhan kali..

“Astaghfirullah… Ya Allah, kok ini lama banget…”

hehehehe… itu tuh celetukan2 selama key in berlangsung…

Hmm, maybe ni kuncinya saat loading lama…

tarik nafas dalam-dalam…

istighfar… : astaghfirullah…

bismillah…

browsing aja ke alamat-alamat lain selagi nunggu..

hubungi akademik bila kehabisan kelas and banyak jadwal tabrakan

berserah dirilah pada Allah… bila dapet kelas yang nggak enak… maybe itu emang udah takdirmu! so, pastilah akan ada banyak hikmah behind the screen…

hehehehe…

Good Luck yah temen-temen (termasuk aku juga ding. hehehe)

^_^

Bookmark and Share

Wajar oh Wajar…

February 8th, 2009 by alfarumi

Wajar Oh Wajar…

 

semalam ada pengajian muda-mudi di kampung…

hmm, mumpung pulkamp ikutan ah…

undangannya sih jam 19.45 eh baru dimulai jam 20.30 (agagaga… protes nih yeee) iyalah… ni kan lagi berusaha keras buat menghargai waktu (cieee…)

cerita punya cerita, finally… datanglah segerombolan kafilah (walah…), eits, maksudnya sekelompok pemuda and pemudi dari kampung sebelah dengan dresscode mereka yang nggak kuku deh (hehehe… afwan yow)

It’s just like black party!

Well, ustadz pun datang. dieng dieng dieng… taraaa… (agagagaga…)

ustadz memberikan nasihat dari barat hingga timur dan berakhir di selatan (apaan sih). yup, beliau awalnya bicara tentang pergaulan, lalu tentang niat… eh berakhir di kedisiplinan (bisa menarik benang merahnya, saudara-saudara?)

for some case, penjelasannya bagus dan islamy… but, ada beberapa hal yang amat perlu diwaspadai…

misalnya aja tentang pergaulan…

beliau menjelaskan kalo nonton konser, nonton goyangan artis **** diperbolehkan… beliau juga ber-statement “berislamlah yang wajar wajar ajah… nggak perlu ekstrim2 amat”

Glek… kebayang nggak ekspresiku gimana…

hmm, wajar? wajar yang sperti apa? apa dasarnya wajar?

jangan-jangan MBA (married by accident) juga diperbolehkan dengan alasan wajar–untuk zaman seperti sekarang ini–

jangan-jangan ngemil mariyuana juga dibolehkan lantaran sudah banyak kasus tsb terjadi di zaman sekarang ini…

Duuuh… jadi miris gini…

as a muslim… rasanya nggak normal kalo pake hukum WOW ”wajar oh wajar”. tau kan apa pedoman kita dari lahir ampe mati? Yup! betul, bro! pedoman kita selamanya adalah Qur’an dan Sunnah… so, semua perbuatan semestinya dan seharusnya didasarkan pada kedua hal itu. ada nggak dasarnya? kalo nggak ada ya jangan mengada-ada dunk! bisa-bisa mengidap virus liberalisme dan sekulerisme. Itu tuh virus yang “membebaskan” diri dari aturan Islam dan memisahkan Islam dari kehidupan.

jangan trus dikontekskan dengan zaman. C’mon.. zaman szekrang udah gazebo (gak zelas booo).. udah banyak yang terjerembab dalam kemaksiatan karena lepas dari dua pdoman hidup (qor’an dan sunnah)..

nggak bisa donk dengan alasan “wajar” lantas membenarkan yang salah dan menyalahkan yang benar! itu justru nggak wajar bagi umat muslim..”wajar” itu berkorelasi dengan zaman.. yang bener aja kita asal ngikut zaman!

so.. stop WOW (wajar oh wajar) karena itu bisa membelokkan kita perlahan tapi pasti pada kemaksiatan..Back to Qur’an and Sunnah!

Bookmark and Share

Cinta itu seperti angin… (oya???)

October 27th, 2008 by alfarumi

Oh God… He’s so cool!

Oh No… He’s coming!

Ow Ow… He’s so charming, honey!

pernah melontarkan ucapan itu? pernah merasakannya, sobat? dag dig dug saat melihat and bertemu dengan someone special!

ada sesuatu yang meletup-letup di hati. ada sebuah gejolak dalam diri. ada hal yang berbeda ketika bertemu dengan si dia…

ehem…ehem… yang lagi kasmaran pasti sedang senyum-senyum nih!

(ahahaha… nggak usah malu-malu kucing gitu)

dulu, sobatku pernah bilang kalau Love is like cough! Cinta seperti batuk. nggak bisa disembunyikan… ahahaha… benarkah?

namun, boleh dong kalo aku bilang bahwa Love is like wind. Cinta seperti angin. berhembus diam-diam, pelan, dan ketika menyentuh kulit kita maka kita akan merasakan nikmat yang menyejukkan. bahkan bisa menegakkan bulu kuduk kita. adakalanya angin bertiup tanpa suara, namun di waktu lain angin berhembus dengan kencnag dan suara bergemuruh. just like love! ada kalanya tenang dalam kesendirian dan keheningan, namun adakalanya bergemuruh, menggelegak, dan membangkitkan hasrat setiap jiwa.

cinta memang aneh! namun juga indah dan menyenangkan! aneh karena datang tiba-tiba dan mengguncang setiap persendian tubuh kita… indah dan menyenangkan jika cinta itu terpenuhi pada waktunya!

ya… ini bedanya, “pada waktunya”

semua akan terasa indah dan nikmat jika terlaksana pada waktunya..

ada yang bilang pacaran itu nikmat. ada yang berpendapat pacaran itu keharusan! ah, jangan bohong! menikmati cinta sebelum waktunya pasti akan banyak mengalami sandungan-sandungan yang membahayakan, menyedihkan, dan pastilah tidak membawa barakah sama sekali! Sama sekali.

kecuali…. pacaran setelah pernikahan…

hmm, Itu baru namanya cinta sebenarnya! indah pada waktunya… barakah menanti sepanjang masa…

Bookmark and Share

aku cinta engkau, sobat!

October 27th, 2008 by alfarumi

Mungkin kini langit tengah bermuram durja

karena beberapa bidarinya telah diturunkanNya ke dunia

dan mengisi lembaran catatan kehidupanku

sebagian atau seluruhnya

biar saja langit mendung, kalau akan hujan nikmati saja!

karena sebentar lagi pasti akan terlihat pelangi yang indah dan semarak warnanya

hidup itu indah, pren!

sekalipun kamu pernah dan harus berderai air mata pasti kelak akan kau temui keindahannya!

aku dikirimi Allah sahabat-sahabat hebat

yang membantuku memaknai hidup dengan bijak dan cermat

mereka tak hanya menwariku segelas madu

namun juga sempat menggores duri-duri tajam di hatiku

tapi justru itu salah satu keindahannya

aku tak perlu bersusah payah mencari keliling dunia apa makna ikhlas, sabar, berkorban, itsar…

Allah sudah menyodoriku madrasah-madrasah itu saat ini

aku tengah menjalani tempaan-tempaan dalam madrasah-madrasah itu

kalao sudah lulus, pasti ada special gift dariNya

but, yang paling perlu diburu adalah cinta dan ridhoNya!

wah… semoga aku bisa meraihnya!

hidup itu indah, sobat!

sahabat di sekitarku membuatku mengerti apa makna cinta dna kasih

meski aku belum bisa mentranslate-nya dalam rangkaian kata-kata

tapi aku bisa merasakan dan memahami… ow, ini ya yang dimaksud cinta karena Allah…

cinta dan sayangku pada sahabat-sahabatku tidak akan pernah pupus sekalipun mereka tidak mencintaiku

kau tahu kenapa? karena aku menyayangi mereka karena Allah

Bila mereka membuatku sebal dan kesal, itu hanya salah satu peran mereka untuk menghidupkan madrasah-madrasahku tadi

Bila mereka membuatku gembira, maka itu adalah hadiah dari Allah atas kesungguhanku menggapai ridhoNya

Bila mereka membuatku bangga, itu adalah bukti bahwa Allah tidak mengirimkan orang yang sembarangan untukku. Allah mengirimkan orang-orang hebat yang siap membantuku menjadi muslimah yang berkualitas!

Hidup itu indah, honey!

teruntuk sahabat-sahabat perjuanganku selama ini…

my sista…mungkin engkau yang paling kerap kudholimi… tapi kuharap pintu maafmu tak tertutup, Maafkan aku, sist! mungkin engkaulah tempat berkumpulnya madrasah-madrasah penempaku! Jazakillah…

sahabat-sahabatku dari Klub MBC: Ryang, Tika, Margi, Novita, Mufid, Rahma, Evi, Embun, new comers, dan yang lain yang merasa menjadi pengelola Klub MBC (hehehe)

Rani dan Asih… kau membuatku merasa Masih memiliki teman di pertanian ini…terimakasih untuk waktu dan kesediannya mendengarkanku

Dika… kau membuatku paham apa artinya: “mencintai karena Allah”.tak akan kulupa pengalaman kita @ KKTM 2008 yang funtastic! teruslah istiqomah dan berazzam untuk menjadi mujahidahNya yang tangguh! I luv u

Dhea… sepanggal kisah persahabatan pernah terangkai diantara kita, smoga engaku tak menghapusnya begitu saja, bila luka pernah tergores maka izinkan diri yang hina ini mengetuk pintu maafmu… jika kebahagian pernah menyelimuti, biarkanlah aku terus mencintaimu karena Allah…

I luv you all my sisters…

Aku berterimakasih Allah telah mengirimkan kalian dalam hidupku

Smoga jalinan hati (ukhuwah) ini terus dijaga olehNya

 

-Alfarumi-

Bookmark and Share

Sebuah perjanjian yang kuat, kokoh, dan suci

August 18th, 2008 by alfarumi

        Sebuah perhelatan sederhana namun penuh makna terhadir di depan mataku dan teman-temanku. Semua tak pernah mengira sebelumnya bahwa dia tercipta untknya. Allah, telah menjodhkan mereka berdua hingga sekarang kami berkumpul di sini menjadi saksi atas sebuah mitsaqan ghalizhan mereka. Subhanallah! itulah yang berkali-kali kami ucapkan. Dari detik ke detik, menit ke menit selalu penuh makna dan amat sangat menyentuh jiwa.

         Suasana masih terasa sangat hangat dengan pengantin pria dari pihak kami. Kehangatan sikap yang beliau ciptakan seolah mengahncurkan segala ketegangan yang ada. Waktu terus berjalan. Perjanjian suci akan segera terucap. Pengantin pria berjalan menyalami seluruh keluarganya, meminta doa restu pada ayah dan bunda. Langkahnya terlihat mantap berjalan menuju pelaminan dan berhadapan dengan penghulu. Inilah yang beliau nanti-nantikan!

          Mahar dibayar tunai. Al Quran surat Al Bayinah dan emas. Beliau katakan bahwa surat tersebut menjadi bukti keseriusan beliau meminang bidadari surga yang tengah tersipu malu duduk di barisan depan. Ketika surat Al Qur’an dibacakan, hati kami tergetar. Sungguh terasa ruh dari pembaca yang bisa menggetarkan jiwa kami semua. Semua saksi mengatakan ’sah’. Subhanallah! Sungguh, Allah menjadi saksi dari perjanjian yang kuat dan kokoh lagi suci ini. Allah saksinya! Betapa besar cinta Allah pada mereka berdua!

       Telah halal apa-apa yang dulunya diharamkan Allah. Tatapan mereka berbinar. Air mata tak kuasa ditahan. Benar-benar sebuah perhelatan yang luhur dan menyentuh serta menjadi harapan bagi kami yang masih menanti hadirnya bidadari surga.

Seoga antum berdua menjadi keluarga sakinah, mawaddah, wa rahmah!

Turut berbahagia: Team Trainer Klub MBC… Sungguh, kami doakan semoga akan segara lahir jundullah-jundullah baru yang siap memuliakan dan membela Islam. Amin…

Bookmark and Share

Kunanti Pelangi Melambaikan Semarak Warnanya

April 1st, 2008 by alfarumi

Kadangkala Dia hilangkan mentari. Kemudian Ia datangkan pula guruh dan kilat. Puas kita menangis mencari mentari. Rupanya, Ia ingin mengahdiahkan kita ’sebuah pelangi’.

Aku tahu mentari takkan pernah berhenti bersinar. Dia akan terus mengisi dan menyinari setiap senyum pagi hariku. Namun aku sadar, dia terlalu jauh untuk kuraih. Mentari terlalu jauh dari peredaranku. Sinarnya terlaly menyengat setiap jengkal kulitku. Membuatku terus terbakar. Terbakar dalam nafas yang tersengal. Menenggelamkanku dalam kubangan keringat bercucuran.

Tapi, aku akan terus berkata, "Bersinarlah terus wahai mentari! Bumi membutuhkan hangat senyummu."

dan aku… akan terus menanti pelangiku! yang tak tahu dimana dia berada! yang belum kulihat semarak warnanya!

Bookmark and Share

Tawaran Persahabatan

April 1st, 2008 by alfarumi

Sebuah skenario nan elok dan sangat lembut terhadirkan untukku. Sebuah sajak nan runtut dan menyentuh terkirimkan untukku.

Sebuah tawaran persahabatan.

Tidakkah kau merasa hal ini begitu dalam dan membanggakan? Membahana penuh rasa suka cita. Tawaran persahabatan. Sebuah kata yang lebih manis rasanya daripada sesendok madu. Lebih dalam maknanya daripada jurang terjal yang menantang. Lebih halus geloranya daripada belaian lembut angin senja. Sebuah kedamaian yang membuncahkan segala darah dan debu dalam jiwa. Menenggelamkanku dalam lautan cinta, yang melebihi cintaku pada para pecinta. Kuingin rengkuh segala jiwa, yang berteriak dalam raga, yang membahana dalam asa. Kuingin raih dirinya dengan segelas tawaran persahabatan. Kuingin kayuh angin yang menerpa setiap jiwa yang mendamba teman setia.

Bila hati terus merona. Bila raga terus bergelora. Bila mata terus terpana, tertanam dalam detik pertemuannya. Aku pun ingin berkata, tawaran apa yang sanggup meluluhlantakkan jiwa yang menggigil sunyi? Jiwa mana yang sanggup menolak mimpi teman sejati? Tangan mana yang kuasa menolak lambaian kedamaian jiwa?

dan aku terus di sini. Masih mencari. Masih menanti. Hanya angin yang menemani. Damaikan jiwa, hilangkan asa dengan sapuan wangi dan segarnya.

Bookmark and Share

Kau Ibuku, Kau Pahlawanku

January 19th, 2008 by alfarumi

Aku pernah membaca sebuah cerita yang bagiku sangat mengharukan. sebuah cerita yang menggambarkan betapa besarnya cinta seorang ibu pada anaknya.

begini ceritanya…

Di sebuah desa hiduplah seorang anak dan ibu. dikisahkan si anak termasuk anak yang sangat nakal. hingga suatu saat dia harus menjalani hukuman gantung lantaran kesalahan fatal yang diperbuatnaya pada sang raja.

jelas, ibu memohon dengan amat sangat pada sang raja agar mengampuni anaknya, meski dia sendiri pun mengakui kenakalan sang anak. namun, apa boleh dikata, raja terlanjur kecewa dan tak bisa mengampuni anak tsb.

dipersiapkanlah algojo yang siap memenggal kepala sang anak saat lonceng kerajaan berdentang.

setelah semua dipersiapkan dan waktu mendekati berbunyinya lonceng kerajaan, mulailah terjadi keanehan.

lonceng yang seharusnya sudah berdentang tapi tak kian berdentang… bahkan, keluar darah yang menetes dari lonceng.

ada apa gerangan?

setelah diperiksa, ditemukanlah seorang ibu yang tak lagi bernyawa dengan kepala yang sudah remuk dan terus mengalirkan darah.

subhanallah… sebegitu besarkah cintanya pada seorang anak yang notabene kerap mengecewakannya?

sungguh, ibu adalah ksatriya yang senantiasa bersedia melindungi kita.

mari kita balas segala jasa dan kebaikan ibu selagi kita masih sempat.

Allahumaghfirli waliwalidayya warhamhuma kama rabbayani shaghirah…

Bookmark and Share

ketika keceriaan sahabat hadir kembali

December 30th, 2007 by alfarumi

sahabat… sebuah kata yang bagiku mempunyai makna yang cukup dalam.sahabat memberi arti tersendiri bagi kehidupan. keceriaannya membawa mentari dalam hati. keikhlasannya dalam mendengarkan segala duka dan keluh kesah membuat kita merindukannya selalu.

tapi, saat dia pergi dan menghilang bahkan tuk selamanya… kebekuan hati melanda, hati sangat merindukannya. terlebih saat aku memasuki dunia baru dalam strata pendidikanku. kurasakan betapa berharganya seorang sahabat. dan kurasakan kehilangan yang mendalam.

namun Allah segera mengirimkanku beberapa teman baru yang kuharap siap menemani langkah dakwahku. semoga kita bisa menjadi tentara-tentaraNya yang senantiasa berjuang menegakkan asmaNya.

welcome to my heart, circle nine!Images

Bookmark and Share